mahad-imam-syathiby-foto-haji

Jadikanlah Momen Ibadah Haji untuk Bertaubat kepada Allah

Ibadah haji merupakan salah satu pintu keberkahan di antara pintu-pintu taubat dan pintu kembali kepada Allah Ta’ala. Ibadah haji juga merupakan pintu keluar dari dosa-dosa dan pintu agar terbebas dari api neraka. Telah diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih mereka, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أمُّهُ

“Barangsiapa melaksanakan ibadah haji, dan ia tidak berkata-kata kotor serta tidak melakukan kefasikan, maka ia kembali (ke negerinya) seperti hari ketika ibunya melahirkan dirinya.” (HR. al-Bukhari [1820], Muslim [1350])

Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu ketika dirinya masuk Islam:

أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ، وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهَا، وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

“Apakah kamu tahu bahwa Islam itu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu? Dan bahwasanya hijrah juga menghapuskan dosa-dosa) yang telah lalu? Serta haji juga menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu?” (HR. Muslim [121])

Diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

العُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dari umrah yang satu ke umrah yang lainnya adalah penghapus dosa di antara keudanya, dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. Muslim [1349])

Imam Muslim juga meriwayatkan di dalam shahihnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْداً مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُوْلُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidaklah ada hari di mana Allah membebaskan hambanya dari neraka lebih banyak dari hari Arafah. Dan sungguh (saat itu) Dia mendekat, lalu membanggakan mereka di depan para malaikat, kemudian berkata: “Apa yang mereka inginkan?”.” (HR. Muslim [1348])

Imam an-Nasai meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ

“Iringilah (pelaksanaan) haji dengan umrah, karena keduanya bisa menghilangkan dosa-dosa sebagaimana bara api menghilangkan karat besi.” (HR An-Nasai: 5/115, dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’: 2901)

Di dalam hadits-hadits tersebut menunjukan betapa besarnya perkara ibadah haji itu, yang mana disebutkan bahwasanya ibadah haji merupakan pintu agung yang bisa membebaskan (seseorang dari) beban-beban dosa, mengurangi kesalahan-kesalahan, dan juga sebagai pengampunan dari dosa-dosa, serta bisa membebaskan (seseorang) dari api neraka.

Dan setiap muslim wajib untuk bersegera untuk bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar ia mendapatkan kemenangan dan memperoleh pahala yang berlipat, dan keuntungan yang begitu banyak. Allah Ta’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. an-Nur [24]: 31)

Di ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. at-Tahrim [66]: 8)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Furqan [25]: 70)

Taubat sendiri merupakan amalan yang sangat mulia, taubat juga merupakan di antara amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Bahkan Allah sangat menyukai hamba-hambanya yang senantiasa bertaubat. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. al-Baqarah [2]: 222)

Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu senang dengan taubatnya seorang hamba, padahal kita tahu bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa menunaikan ibadah haji yang mulia ini. dan bersyukurlah bagi Anda yang dianugerahi oleh Allah kesempatan sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Semoga ibadah haji yang Anda lakukan itu bisa menjadi momen untuk bertaubat sehingga dihapuskanlah dosa-dosa Anda, dan semoga ibadah haji yang Anda lakukan menjadikan Anda lebih baik akhlak dan ibadahnya, serta bisa memudahkan Anda untuk bisa mendapatkan surga yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

(Dinukil dan diterjemahkan secara bebas dari artikel yang berjudul “al-Hajju wat Taubah“, Syaikh Prof. Dr. Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin al-Badr, oleh Ustadz Muadz Mukhadasin, M.Pd. )

Sumber artikel: http://al-badr.net/detail/tI23dBX0KL